Kab. Malang (MTsN 4 Malang) — Suasana penuh khidmat dan kebersamaan menyelimuti Pendopo Desa Harjokuncaran pada Jumat, 21 Agustus 2026. Keluarga besar MTsN 4 Malang menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diikuti oleh siswa, wali murid, serta seluruh guru dan karyawan MTsN 4 Malang.
Kegiatan ini menjadi salah satu momentum penting untuk menumbuhkan kembali kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus mempererat tali silaturahmi antara madrasah, siswa, dan orang tua.
Rangkaian kegiatan diawali pada pukul 07.00 WIB dengan pembacaan Sholawat Diba’ yang dibawakan oleh Grup Al Banjari MTsN 4 Malang. Lantunan sholawat yang menggema di pendopo menciptakan suasana religius dan menjadi pembuka yang mengantarkan seluruh jamaah menuju acara inti.
Acara inti dimulai pada pukul 08.00 WIB dengan pembukaan oleh Bapak Khovadli Ocvando, S.Pd. Selanjutnya, suasana semakin khidmat dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Dinda Olivia, siswi kelas 8E.
Setelah pembacaan ayat suci Al-Qur’an, Kepala MTsN 4 Malang, Ibu Khusnul Fiqriyani Fatmayati, M.Pd., menyampaikan sambutan. Kehadiran wali murid dalam kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun sinergi antara madrasah dan keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang serta pendidikan karakter siswa.
Rangkaian berikutnya diisi dengan istighotsah yang dipimpin oleh Bapak Saifularofiq, M.PdI. Seluruh peserta mengikuti dengan penuh kekhusyukan, memanjatkan doa dan harapan agar seluruh keluarga besar MTsN 4 Malang senantiasa mendapatkan keberkahan, kesehatan, keselamatan, serta kemudahan dalam menjalankan setiap aktivitas.
Puncak acara diisi dengan Mauidhotul Hasanah oleh Ustaz M. Ainun Na’im.
Dalam mauidhah hasanahnya, pesan utama yang dapat menjadi renungan bagi seluruh peserta adalah meneladani akhlak Rasulullah Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. Peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk menghadirkan kembali sifat-sifat mulia Rasulullah dalam kehidupan nyata.
Keteladanan Rasulullah dapat dimulai dari hal-hal sederhana: berkata jujur, menghormati orang tua dan guru, menyayangi sesama, menjaga lisan, bertanggung jawab, serta membiasakan diri berbuat baik meskipun dalam perkara kecil.
Bagi para siswa, kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dapat diwujudkan dengan belajar bersungguh-sungguh, menghormati guru, menyayangi teman, menaati aturan madrasah, serta menjaga akhlak di mana pun berada. Sementara bagi orang tua dan guru, keteladanan Rasulullah menjadi inspirasi untuk terus memberikan pendidikan dengan kasih sayang, kesabaran, dan keteladanan.
Maulid Nabi pun menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya tentang mencerdaskan pikiran, tetapi juga membentuk hati dan akhlak. Sinergi antara madrasah dan keluarga menjadi kunci agar nilai-nilai tersebut tidak hanya dipelajari oleh siswa, tetapi juga tumbuh menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Kehadiran wali murid bersama siswa dan seluruh guru serta karyawan menjadikan peringatan Maulid Nabi kali ini terasa semakin istimewa. Pendopo Desa Harjokuncaran tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya acara, tetapi juga menjadi ruang bertemunya keluarga besar Matsanema dalam suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan.
Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, MTsN 4 Malang berharap kecintaan kepada Rasulullah SAW semakin tumbuh dalam diri seluruh keluarga madrasah dan tercermin melalui akhlak mulia, kepedulian, kedisiplinan, serta semangat untuk terus berbuat kebaikan.
Semoga Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum bagi kita semua untuk semakin dekat dengan Rasulullah, mencintai sunnahnya, dan menghadirkan akhlaknya dalam kehidupan sehari-hari.



