Kab. Malang (MTsN 4 Malang) – Semangat Hari Pramuka tahun 2026 menjadi semakin istimewa bagi keluarga besar MTsN 4 Malang. Tim Pramuka BIMA (Barisan Inti Matsanema) berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Lomba Tingkat II (LT-II) yang digelar pada 12–14 Agustus 2026 di Pantai Tanjung Penyu, Kabupaten Malang.
Bukan sekadar mengikuti perlombaan, BIMA datang dengan semangat untuk memberikan yang terbaik. Hasilnya pun luar biasa: tim putra dan tim putri sama-sama berhasil meraih peringkat pertama, sekaligus mengantarkan MTsN 4 Malang menjadi salah satu kontingen yang patut diperhitungkan dalam ajang tersebut.
Prestasi ini terasa semakin istimewa karena diraih hanya dengan 13 anggota pramuka yang harus berjibaku selama tiga hari di bumi perkemahan. Mereka dituntut mampu membagi tenaga, konsentrasi, dan strategi untuk menghadapi 20 cabang lomba, baik yang dilaksanakan secara individu maupun beregu.
Di tengah kondisi perkemahan yang menuntut kemandirian, para anggota BIMA harus tetap fokus. Pagi hingga malam mereka tidak hanya menjalani aktivitas kepramukaan, tetapi juga mempersiapkan diri untuk berbagai perlombaan yang membutuhkan keterampilan berbeda—mulai dari kecerdasan, kreativitas, ketangkasan, seni, hingga kemampuan bekerja sama.
Sembilan Emas, Delapan Perak, Dua Perunggu

Perjuangan panjang tersebut membuahkan hasil yang membanggakan.
Pada kategori emas, BIMA MTsN 4 Malang berhasil meraih juara dalam cabang Pentas Seni PI, Do’a Harian, Magic Chess, Cerdas Cermat PA, Fotografi, English Corner PI, Memanah, SMS, dan Pionering.
Sementara itu, delapan prestasi perak berhasil diraih melalui cabang SMS, Masak Rimba, Tantangan Tradisional, Yel-Yel, English Corner PA, Cerdas Cermat PI, Forum Penggalang, serta Obat-Obatan Tradisional PA-PI.
Adapun dua prestasi perunggu diperoleh dari cabang Jurnalistik dan Pentas Seni PA.
Deretan prestasi tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan jumlah anggota bukanlah penghalang untuk menghasilkan prestasi. Justru dengan kekompakan, disiplin, dan semangat pantang menyerah, 16 anggota BIMA mampu menunjukkan bahwa kualitas perjuangan jauh lebih penting daripada kuantitas personel.
Kepala Madrasah: Prestasi Ini Adalah Hasil Perjuangan Bersama
Kebanggaan tersebut turut dirasakan langsung oleh Kepala MTsN 4 Malang, Khusnul Fiqriyani F., yang hadir dalam Upacara Hari Pramuka di lokasi kegiatan.
Ia menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada seluruh anggota pramuka yang telah berjuang membawa nama baik madrasah. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh pembina serta wali murid yang turut memberikan dukungan selama persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.
“Tanpa dukungan dari semua pihak anak-anak tidak akan bisa sampai sejauh ini,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa prestasi BIMA bukanlah hasil kerja satu atau dua orang. Di balik setiap medali dan piala terdapat latihan, pendampingan pembina, dukungan orang tua, serta doa seluruh keluarga besar MTsN 4 Malang.
Latihan Berhari-hari Terbayar Lunas
Salah satu pinru putra, Alden Revanno, mengaku sangat gembira atas hasil yang diraih bersama rekan-rekannya.
Latihan yang dilakukan berhari-hari, kebersamaan selama persiapan, hingga perjuangan di bumi perkemahan akhirnya terbayar dengan hasil yang sangat memuaskan.
Bagi para anggota BIMA, kemenangan ini bukan hanya tentang mendapatkan juara. Lebih dari itu, pengalaman selama LT-II mengajarkan arti tanggung jawab, kerja sama, ketangguhan, dan keberanian untuk menghadapi tantangan.

Melangkah ke LT-III, Menghidupkan Kembali Mimpi LT-IV
Prestasi di LT-II sekaligus membuka jalan bagi BIMA MTsN 4 Malang untuk melanjutkan perjuangan ke LT-III tingkat Kabupaten Malang.
Namun perjalanan mereka tidak berhenti di sana.
Dengan bekal prestasi dan pengalaman yang telah diperoleh, BIMA membawa harapan besar untuk kembali melangkah lebih jauh hingga LT-IV tingkat Daerah, sebagaimana yang pernah ditorehkan oleh generasi BIMA pada beberapa tahun sebelumnya.
Semangat itulah yang kini menjadi tantangan berikutnya.
Hari Pramuka 2026 menjadi saksi bahwa dari bumi perkemahan Pantai Tanjung Penyu, 13 anggota BIMA membawa pulang lebih dari sekadar medali. Mereka membawa pulang kebanggaan, pengalaman, dan keyakinan bahwa kerja keras yang dilakukan bersama akan selalu menemukan jalannya menuju prestasi.
Dari MTsN 4 Malang, semangat kepramukaan terus menyala.

