Hari Sumpah Pemuda LPP RRI Malang Distribusikan Bibit Pohon

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Harjokuncaran – Tanggal 28 Oktober 2017 bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, RRI menggelar acara reboisasi di desa Harjokuncaran bersama dengan siswa-siswi MTs Negeri 4 Malang. Acara yang berlangsung singkat tersebut diawali dengan sambutan oleh bapak Kepala Stasiun LPP RRI Malang yang selanjutnya disusul dengan agenda tanam pohon sebagai simbolis penanaman sejuta pohon kembali sebagai wujud solidaritas terhadap lingkungan.

Bibit pohon yang diserahkan sebagai bentuk kepedulian LPP RRI terhadap lingkungan, yang diberi nama Green Radio, yaitu sebuah program yang digagas RRI sebagai proyek lingkungan yang telah digerakkan oleh Asia Desk Pacific Broadcasting Union (ABU), dan kini telah beranggotakan 250 an lebih lembaga penyiaran baik radio maupun televisi di 58 Negara.

Ratusan bibit pohon tersebut akan ditanam diserahkan kepada masyarakat di wilayah desa Harjokuncaran, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

”Kami sudah menyiapkan 300 bibit pohon mahoni dan flamboyan untuk ditanam dan diberikan kepada warga desa Harjokuncaran Kecamatan Sumbermanjing Wetan sebagai bentuk kepedulian RRI terhadap lingkungan,” ungkap Sutrisno Kepala Stasiun LPP RRI Malang.

Selanjutnya, yang masih termasuk dalam rangkaian kegiatan tersebut Green Radio juga menyiapkan sebanyak 2500 paket buku tulis yang disebut dengan Goes to School. Salah satu sekolah yang menerimanya adalah MTsN 4 Malang.

Sutrisno Latip berharap, dari serangkaian kegiatan LPP RRI yang turun ke masyarakat itu, bisa memberikan manfaat dan masyarakat bisa mengetahui dan mengenal Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) dari LPP, bahwa LPP RRI, tidak hanya monoton melakukan aktivitas di dalam studio, tetapi juga turun ke masyarakat.

”Selaku pimpinan di LPP RRI Malang, kami juga berharap masyarakat lebih setia mendengarkan siaran RRI. Ada empat Programa yaitu Pro1, Pro2, Pro3 dan Saluran Budaya. Mudah mudahan masyarakat bisa memilih untuk menemani aktivitas,” imbuh Sutrisno.

More to explorer

WhatsApp chat