MTs Negeri 4 Malang kenalkan Siswa – Siswi belajar pemrograman sejak dini melalui aplikasi Scratch

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

MTs Negeri 4 Malang bertekad mengenalkan pemrograman sebagai salah satu skill yang dibutuhkan di era digital kepada siswa siswinya sejak dini. Salah satu caranya dengan mengajak siswa – siswa MTs Negeri 4 Malang mengenal pemrograman melalui aplikasi scratch. Hal ini sejalan dengan anjuran pemerintah bahwa menjadi tanggung jawab bersama dalam menyongsong revolusi industri 4.0.

Scratch sendiri merupakan bahasa pemrograman untuk lingkungan pelajar yang memungkinkan pemula untuk mendapatkan hasil, tanpa harus belajar menulis sintaks yang benar terlebih dahulu.Anak-anak yang berkreasi menggunakan Scratch dapat belajar untuk berpikir kreatif, berkolaborasi dan mengetahui alasannya secara sistematis.

Dengan demikian diharapkan, anak-anak dan ABG khususnya siswa – siswi MTs Negeri 4 Malang menjadi akrab dengan konsep dasar pemrograman komputer yakni logika. Di bawah motto “imagine, program, share“, siswa dapat merancang, mengembangkan, dan berbagi menggunakan aplikasi Scratch. Mengeksplorasi sambil menciptakan sendiri game, membuat animasi dan membuat konten multimedia, .

Pembimbing TIK MTs Negeri 4 Malang, Dhinar Mahardika mengatakan “Di era revolusi industri 4.0 ada dua modal penting yang harus dimiliki oleh SDM kita yakni Data dan Coding. Coding dahulu cukup menjadi momok bagi para mahasiswa jurusan Informatika. Mungkin karena banyak cerita-cerita horor yang menghantui bahwa belajar coding atau bahasa pemrograman merupakan sesuatu yang rumit dan kompleks. Inilah yang menjadi tantangan kita hari ini untuk mengenalkan coding sejak dini kepada siswa melalui platform dan metode yang menyenangkan”

  

Dalam penerapanya siswa – siswi kelas 8 UG yang menjadi ujicoba penerapan program ini begitu antusias mengikuti pembelajaran. Mereka sangat semangat dan ceria selama kelas berlangsung. Agar tidak jenuh dalam pembelajaran siswa tidak hanya mendapatkan sumber belajar dari guru melainkan juga dari konten – konten yang ada di internet dan juga ebook. Pada akhir Pembelajaran beberapa siswa juga terlihat sudah mampu membuat karya berupa animasi sederhana dan juga game sederhana.

 

More to explorer