Speaking Class: Aktif Berbicara dengan Teknik “Where Will You Go”

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Tujuan Pembelajaran          : Siswa mampu mengkomunikasikan ungkapan tentang direction

Latar Belakang                     : Kegiatan Tanya jawab antar guru dan siswa tentang

materi direction sudah sering kami lakukan dan hasilnya siswa tidak antusias dalam menjawab pertanyan. Agar semangat itu hadir, maka pembejaran kami kemas dalam bentuk game “where will you go” dengan mengikuti langkan ICARE: Introduction, connection, application, reflection, dan extension.

Lokasi Pembelajaran           : MTs Negeri 4 Malang

Objek Pembelajaran            : Siswa program unggulan

Media Pembelajaran           : Kertas, Marker dan Kain penutup mata.

Siswa membuat petunjuk jalan tercepat menuju suatu tempat berdasarkan penunjuk jalan. Teknik ini membuat mereka lebih aktif belajar bahasa Inggris di kelas.

Bahasa Inggris merupakan yang memiliki objek bahasan yang sangat luas dan dibangun memalui proses yang dinamis, sehingga sangat berkaitan (integrated)dengan konsep dan praktik.

Kegiatan pembelajaran bahasa Inggris tidak hanya mengadalkan pada penyerapan melalui pencapaian informasi, tetapi lebih mengutamakan kepada pengembangan kemampuan keterampilan (skill) dari proses informasi yang didapat. Untuk itu aktifitas pembelajaran di kelas harus dikembangkan oleh seorang pengajar dengan men-design pembelajaran yang lebih menekankan pada ke aktifan siswa dalam belajar. Dengan pengembangan pembelajaran ini kegiatan pembelajaran bahasa Inggris tidak hanya menekankan pada teknik ceramah yang selalu pasif dan cendrung hanya berpusat pada guru sebagai pusat pembelajaran (Teacher Centered) tetapi juga pembelajaran yang berpusat pada siswa (Student Centered). Sehingga pembelajaran Bahasa Inggris tidak lagi hanya bertumpu pada penyerapan informasi, tetapi lebih mengutamakan pada pengembangan kemampuan dan pemrosesan informasi.

Pada umumnya, kegiatan pembelajaran bahasa Inggris di kelas hanya menggunakan teknik ceramah yang di lakukan oleh guru sehingga siswa tidak memiliki waktu yang cukup untuk meng eksplorasikan kemampuan mereka. Hal ini berakibat terhadap kurangnya semangat (zest of learning) siswa dalam belajar bahasa Inggris.

Dengan berdasarkan permasalahan di atas maka, kami melakukan pembelajaran dengan metode pembelajaran kooperative (Cooperative Learning) teknik Game “Where Will You Go” untuk materi direction dengan mengikuti langkah pembelajaran ICARE: Introduction, connection, application, reflection, dan extension.

Kegiatan pembelajaran di awali dengan Introduction (I). Pada tahap ini guru membahas materi dan phrase yang sering di pakai dalam materi direction. Terkadang di lingkungan kita ada orang menanyakan letak/posisi suatu obyek. Cara menerangkan hal tersebut diakomodasi dalam materi speaking, jenis teks descriptive.

Kegiatan berikutnya adalah Connection (II). Pada tahap ini siswa di beri sebuah kertas yang berisi gambar kemana dia harus pergi dan siswa juga diminta untuk berdiskusi dengan teman sebangku tentang tujuan yang akan mereka datangi. Pada tahap ini siswa sudah mulai greget dalam belajara bahasa Inggris (The zest for learning was there).

Selanjutnya adalah Application (III). Setelah sebelumnya siswa berdiskusi dan memahami materi yang akan dibahas maka langkah selanjutnya adalah meminta 2 siswa maju kedepan. Siswa pertama menjadi penunjuk jalan dan siswa kedua menjadi orang asing yang akan pergi kesuatu tempat dengan mata tertutup menggunakan kain dsb. Siswa pertama memberikan petunjuk arah (speaking) dengan menggunakan phrase yang sudah tertulis di lembaran (pada tahap I) dan siswa ke dua membuat petunjuk jalan dengan menggunakan marker sesuai dengan arahan siswa pertama (terjadi kerjasama antar siswa). Pada langkah ini suasana kelas menjadi hidup (Communication Traffic is Live) karena yang lain menjadi audience dan terkadang juga mengoreksi (corrector) penampilan temannya yang sedang presentasi (terkadang mereka tertawa) ketika siswa yang ditutup matanya salah dalam memahami arahan dari siswa kedua.

Sebagai kegiatan penutup adalah Refleksi (IV). Semua siswa menyatakan bahwa mereka senang dan asyik belajar dan ingin kegiatan semacam diulangi lagi. Pada kegiatan Extenstion, siswa mendapat PR yang dikerjakan secara individu.  Siswa memilih dari dua topik berikut: “How to go to mosque from your house”. Hasil  writing mereka akan dibahas pada pertemuan berikutnya.

More to explorer